13 April 2024

Pemolisian yang baik tidak dapat dibayangkan tanpa BPR&D: Menteri Dalam Negeri

2 min read

Menteri Dalam Negeri Serikat Ajay Kumar Bhalla pada hari Selasa memuji upaya Biro Penelitian dan Pengembangan Kepolisian (BPR&D) pada Hari Yayasan ke-53 dan mengatakan bahwa kepolisian yang baik tidak dapat dibayangkan tanpa organisasi tersebut. Mendagri juga meyakinkan bahwa Kementerian Dalam Negeri (MHA) berkomitmen terhadap penelitian dan pengembangan serta pertumbuhan BPR&D yang didirikan pada tahun 1970.

En parallèle : Punjab: ED membekukan aset Rs 6 cr setelah penggerebekan terhadap mantan menteri Kongres dalam penyelidikan pencucian uang

Mengingat bahwa BPR&D telah memainkan peran besar dalam mengubah persepsi masyarakat terhadap polisi, Bhalla mengatakan, “Pemolisian yang baik tidak dapat dibayangkan tanpa BPR&D.” Berbicara pada acara tersebut, Menteri Dalam Negeri menyampaikan ucapan selamat atas kerja sama BPR&D yang dipimpin oleh Direktur Jenderal organisasi tersebut Balaji Srivastava.

“BPR&D adalah salah satu organisasi penting yang menurut Kementerian Dalam Negeri benar-benar dapat memberikan kontribusi terhadap kepolisian yang baik di negara ini,” kata Bhalla, seraya menambahkan bahwa “polisi adalah bagian nyata dari pemerintah yang berada di ujung tombak, dan semuanya dari kami menyadari bahwa hal ini perlu memberikan layanan yang lebih baik serta mencapai persepsi masyarakat terhadap polisi.” Mengutip pernyataan Perdana Menteri bahwa polisi tetap harus bertugas dengan cara yang mendapat apresiasi, Menteri Dalam Negeri berkata, “Jadi, peran BPR&D dalam hal ini sangat-sangat baik.”

A lire aussi : Rugby-White, Graham kembali ke tim Skotlandia untuk menghadapi Georgia

“Anda telah melatih orang-orang ini selama beberapa dekade. Kepolisian berkembang dari situasi yang berbeda seperti hukum dan ketertiban, isu-isu sosial, bencana alam, elemen ekstremis, pemberontakan, elemen anti-sosial dan kejahatan kerah putih. Jadi, dengan semua perubahan ini dalam teknologi, cryptocurrency blockchain juga membawa cukup banyak tantangan bagi kepolisian di seluruh negeri,” katanya. “Drone, kendaraan tanpa awak, gadget robotik, Metaverse, dan sebagainya. Cukup menjadi tantangan bagi polisi di lapangan. Jadi, tanggung jawab memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan aparat kepolisian dan pimpinan organisasi kepolisian di konsultasi atau kolaborasi dengan akademisi, industri, dan lembaga penelitian. Nah, di sinilah BPR&D menyediakan platform itu dan mempertemukan semua organisasi,” imbuhnya.

Bhalla mencatat bahwa kepolisian India telah mampu menangani semua tantangan ini dengan sangat efisien dan BPR&D telah memainkan peran penting dalam hampir setiap aspek untuk menjadikan polisi India cerdas. “Mulai dari mengeluarkan pedoman gaya hidup sehat kepada petugas dan personel lembaga penegak hukum hingga melakukan peningkatan kapasitas petugas investigasi baik di bidang forensik keamanan siber, peralatan senjata modern, penyediaan peralatan infrastruktur gedung, cetak biru hingga konstruksi gedung, melakukan reformasi penjara, BPR&D. tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat,” katanya. (ANI)

(Cerita ini belum diedit oleh staf dan dibuat secara otomatis dari feed sindikasi.)