27 Mei 2024

Kuba mengungkap perdagangan manusia warga Kuba untuk memperjuangkan Rusia di Ukraina

2 min read

Kuba telah mengungkap jaringan perdagangan manusia yang memaksa warganya untuk berperang demi Rusia dalam perang di Ukraina, kata Kementerian Luar Negeri Kuba pada hari Senin, dan menambahkan bahwa pihak berwenang Kuba sedang berupaya untuk “menetralisir dan membongkar” jaringan tersebut. Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Kuba memberikan sedikit rincian, namun mencatat bahwa jaringan perdagangan manusia beroperasi di negara kepulauan Karibia itu, ribuan mil dari Moskow, dan di Rusia.

A lire également : Wanita yang meninggal dalam bangkai kapal perang Vasa yang mematikan 400 tahun lalu direkonstruksi dengan detail seperti aslinya

“Kementerian Dalam Negeri…sedang melakukan netralisasi dan pembongkaran jaringan perdagangan manusia yang beroperasi dari Rusia untuk memasukkan warga negara Kuba yang tinggal di sana, dan bahkan beberapa dari Kuba, ke dalam pasukan militer yang berpartisipasi dalam operasi perang di Ukraina,” kata pernyataan pemerintah Kuba. Pemerintah Rusia belum mengomentari tuduhan tersebut.

Rusia tahun lalu mengumumkan rencana untuk meningkatkan jumlah angkatan bersenjatanya lebih dari 30% menjadi 1,5 juta personel tempur, sebuah tujuan mulia yang menjadi lebih sulit karena banyaknya korban jiwa yang tidak diungkapkan dalam perang tersebut. Pada akhir Mei, surat kabar Rusia di kota Ryazan melaporkan bahwa beberapa warga Kuba telah menandatangani kontrak dengan angkatan bersenjata Rusia dan telah dikirim ke Ukraina dengan imbalan kewarganegaraan Rusia.

A découvrir également : ETS Membuka Pusat Tes GRE dan TOEFL Baru di Mumbai

Belum jelas apakah pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuba ada hubungannya dengan laporan Ryazan. Namun pemerintah Kuba mengatakan pihaknya sudah mulai mengadili kasus-kasus di mana warganya dipaksa berperang di Ukraina.

“Upaya seperti ini telah dinetralisir dan proses pidana telah dimulai terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan ini,” bunyi pernyataan Senin.

(Cerita ini belum diedit oleh staf dan dibuat secara otomatis dari feed sindikasi.)