20 Juli 2024

India akan menamai lokasi pendaratan di bulan Chandrayaan-3 dengan ‘Shiv Shakti Point’

2 min read

Tempat di dekat kutub selatan bulan tempat pesawat luar angkasa Chandrayaan-3 India melakukan pendaratan bersejarah pekan lalu akan diberi nama Shiv Shakti Point.

A lire aussi : Netflix menetapkan pemutaran perdana 'The Archies' pada 7 Desember

Perdana Menteri India Narendra Modi yang membuat nama tersebut pengumuman saat berkunjung ke Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) di Bengaluru pada Sabtu (26 Agustus).

Berakar pada mitologi Hindu, kata “Shiv” dan “Shakti” adalah Sansekerta untuk “Siwa” dan “kekuatan”, masing-masing. Siwa adalah dewa tertinggi dalam agama Hindu, dan Shakti dalam hal ini mengacu pada ketekunan para ilmuwan wanita, kata Modi.

A lire aussi : Holocaust Survivor Shares Why She Continues Talking About Her Trauma

Terkait: Pragyan, Vikram, Vikas: Bagaimana misi bulan Chandrayaan-3 India mendapatkan namanya?

Lihat selengkapnya

Dan lokasi bulan tempat pendarat Vikram Chandrayaan-2 jatuh pada tahun 2019 akan diberi nama Tiranga Point, tambahnya. Juga merupakan kata Sansekerta, “Tiranga” diterjemahkan menjadi “tiga warna” dan dalam bahasa sehari-hari mengacu pada bendera tiga warna India. “Ini akan menjadi inspirasi bagi setiap upaya yang dilakukan India,” kata Modi. “Ini akan mengingatkan kita bahwa kegagalan apa pun belum final.”

Nama-nama ini masih bersifat informal karena belum disetujui oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU), otoritas berbasis di Paris yang memberikan nama resmi pada benda langit dan ciri-cirinya. Belum jelas apakah ISRO telah menyerahkan nama-nama yang diumumkan tersebut kepada IAU.

Sementara itu, duo robot pendarat dan penjelajah yang membentuk misi permukaan Chandrayaan-3 telah memanfaatkan masa hidup mereka yang direncanakan selama dua minggu di bulan.

Pendarat Vikram telah mengoperasikan muatan onboard yang disebut Eksperimen Termofisika Permukaan Chandra (atau ChaSTE) untuk mengukur suhunya tanah bulan pada kedalaman yang berbeda, yang merupakan pertama kalinya percobaan serupa dilakukan pada tetangga angkasa kita.

ISRO juga bersama di X (sebelumnya Twitter) bahwa penjelajah Pragyan, yang sedang menjelajahi rumah barunya, telah dialihkan rutenya setelah menemukan kawah yang mencolok namun berpotensi mematikan.

45secondes est un nouveau média, n’hésitez pas à partager notre article sur les réseaux sociaux afin de nous donner un solide coup de pouce. ?